Subscribe For Free Updates!

We'll not spam mate! We promise.

Monday, September 23, 2013

Rahasia Orang Kaya: Cashflow

Kalau kita membaca buku mengenai orang sukses atau buku-buku tips kaya dengan cepat yang banyak beredar di toko buku sekarang ini, maka kita bisa menyimpulkan bahwa rahasia orang bisa cepat kaya adalah dengan properti, emas, atau investasi aset kertas (saham, obligasi, dan reksadana). Dan sekarang banyak sekali buku dengan topik "beli rumah tanpa uang", "berkebun emas", "investasi emas", "buku sakti investasi saham", dll. Sehingga banyak membuat orang berpikir, "oh, beli property tanpa uang tanpa KPR tuh mudah". Termasuk saya sendiri dulu waktu tahun 2009-2010, bahkan sampai ikut seminar dengan biaya jutaan (padahal dah keluar uang tuh sebenarnya, jadi bukan beli property tanpa uang lagi judulnya). Saya juga sempat mencoba skema berkebun emas, yang akhirnya saya ubah jadi beli dan simpan, bukan beli-gadai-beli lagi.

Wednesday, December 19, 2012

Kalau Mau Jadi Pengusaha, Fokus!

Sudah baca postingan saya sebelumnya? Sudah siap mental jadi pengusaha? Siap menderita untuk awalnya? Ok, kalau sudah siap sekarang saya mau lanjutkan bagikan pengalaman saya sebagai pengusaha semoga bisa mencerahkan sedikit.


Untuk bisa menjadi pengusaha yang sukses, kita tuh harus fokus. Maksudnya fokus bagaimana sih? Begini, saat kita sudah memutuskan untuk menjadi pengusaha sudah seharusnya kita sepenuh hati. Jangan sampai fokus kita terpecah karena kita masih mengurus hal lain. Contohnya kita mau jadi pengusaha tapi kita juga masih jadi pegawai. Istilahnya kaki kiri dan kanan berada di perahu yang berbeda. Kenapa gak boleh? Karena selain tidak etis sebagian besar pasti gagal (saya gak bilang 100% pasti gagal lho) karena dengan fokus pada bisnis yang kita lakukan saya peluang untuk gagal masih ada apalagi pikiran dan tenaga kita masih terbagi untuk mengurus bisnis orang lain?

Tuesday, December 18, 2012

Jadi pengusaha harus bayar harga

Saya sering sekali mendengar bagaimana seseorang ingin menjadi pengusaha sukses, terutama karena mereka lelah menjadi seorang pegawai. Entah karena atmosfer tempat kerjanya tidak kondusif, gaji yang kurang besar, waktu kerja yang menyita waktu pribadi, dan lain sebagainya. Namun, setahun atau dua tahun kemudian saya bertemu kembali, mereka tetap saja masih menjadi pegawai. Keinginan mereka untuk menjadi pengusaha sukses ternyata kalah kuat dengan penderitaan untuk menjadi pengusaha.

Jadi pengusaha menderita? Loh, iyah tapi untuk awal-awalnya saja sih menurut pengalaman saya. Tapi penderitaan awal menjadi pengusaha seringkali tidak bisa ditanggung oleh orang yang sudah terbiasa menjadi pegawai. Saya ilustrasikan yah: orang yang sudah jadi pegawai dengan gaji 5jt sebulan plus tunjangan plus THR plus bonus, akan menderita saat semuanya itu diambil dari dia. Bayangkan biasanya mungkin setiap akhir minggu bisa ke mall, nongkrong di starbuck (bukan iklan, cuma kebiasaan saya yah begitu), belanja gadget terbaru (gesek kartu kredit tentunya, kalau beli kontan mana mampu lha wong gaji cuma 5jt kecuali lagi dapat bonus), dan lain-lain. Tapi pada saat menjadi pengusaha, karena baru mulai bukannya dapat gaji tapi harus terus masukin dana sebagai modal untuk menutup operasional. Setiap diajak teman buat nongkrong di café selalu menolak karena berusaha ngirit.

Monday, November 12, 2012

Bicara Menabung

 
Kemarin saya membaca status facebook salah satu teman saya menyinggung mengenai gaya hidup golongan menengah di Indonesia (atau bisa saya sebut di kota Jakarta?) yg sangat konsumtif. Makan selalu diluar, beli gadget terbaru, sering ke mall, sehingga gaji habis setiap bulan dan tdk bisa menyisihkan uang untuk ditabung.

Sejujurnya nasehat teman saya itu baik adanya, namun saya juga tidak sepenuhnya setuju dengan dia. Menurut saya pribadi kita juga berhak untuk menikmati apa yang menjadi hasil kerja keras kita. Namun harus seimbang jangan semuanya di habiskan untuk kegiatan konsumtif kita. Menabung perlu namun rasanya kurang cerdas kalau uang yang kita sisihkan hanya untuk di tabung, menurut saya akan lebih baik kalau dana itu kita gunakan untuk berinvestasi atau untuk membeli bisnis.

Mengutip Kiyosaki, saat kita menabung uang kita akan digunakan oleh orang lain yang lebih pintar daripada kita (secara IQ finansial tentunya) untuk memperkaya mereka. Namun saya juga tidak menyarankan kita tidak memiliki tabungan sama sekali, namun besarnya secukupnya saja apabila kita memiliki kebutuhan darurat.

Thursday, November 01, 2012

Badai

Wilayah pantai timur Amerika baru saja di terjang badai Sandy yang mengakibatkan kerugian mencapai USD 50M, sejauh ini yang bisa dihitung. Mengakibatkan banjir dashyat di kota New York, membuat WallStreet tutup selama 2 hari, dan mengakibatkan korban jiwa. Penduduk sebelum badai datang dianjurkan untuk mengungsi menghindari wilayah yang dihantam badai Sandy.

Sama seperti dalam kehidupan, dalam kehidupan finansialpun terkadang (atau sering?) terjadi badai yang menghantam kita. Mungkin cashflow yang terganggu karena banyak pembayaran yang macet, tetapi kewajiban kepada vendor harus tetap kita bereskan untuk menjaga nama baik (nama baik sangat mahal dan lama dalam membangunnya). Mungkin juga investasi kita bukannya memberikan imbal hasil yang manis tetapi pahit karena semuanya terjun bebas.